Backup dan Restore di PostgreSQL
Pendahuluan
Backup dan restore adalah proses penting dalam manajemen database PostgreSQL. Backup digunakan untuk menyimpan salinan data sebagai langkah pencegahan, sedangkan restore digunakan untuk mengembalikan data dari backup jika terjadi kegagalan sistem atau kehilangan data.
Metode Backup
PostgreSQL menyediakan beberapa metode untuk melakukan backup:
- SQL Dump – Menggunakan
pg_dump
untuk mengekspor database dalam format SQL atau lainnya. - File System Level Backup – Menyalin langsung file database PostgreSQL.
- Continuous Archiving dan Point-in-Time Recovery (PITR) – Menggunakan
WAL (Write-Ahead Logging)
untuk backup yang lebih kompleks.
Melakukan Backup
1. Backup Menggunakan pg_dump
Backup ini menghasilkan file SQL yang dapat digunakan untuk memulihkan database.
pg_dump -U nama_user -d nama_database -F c -f backup.sql
-U nama_user
: Nama pengguna PostgreSQL.-d nama_database
: Nama database yang akan dibackup.-F c
: Format backup dalam bentuk custom.-f backup.sql
: Nama file hasil backup.
2. Backup Seluruh Database
Untuk membackup semua database dalam PostgreSQL, gunakan pg_dumpall
:
pg_dumpall -U nama_user -f backup_all.sql
Melakukan Restore
1. Restore Menggunakan pg_restore
Jika backup dibuat menggunakan pg_dump
dalam format custom, gunakan perintah berikut untuk merestorenya:
pg_restore -U nama_user -d nama_database -F c backup.sql
2. Restore Menggunakan psql
Jika backup dibuat dalam format SQL biasa, gunakan psql
untuk merestorenya:
psql -U nama_user -d nama_database -f backup.sql
3. Restore Seluruh Database
Jika menggunakan pg_dumpall
, restore dilakukan dengan perintah berikut:
psql -U nama_user -f backup_all.sql
Kesimpulan
Backup dan restore adalah bagian penting dalam administrasi PostgreSQL untuk menjaga integritas dan keamanan data. Memilih metode yang tepat bergantung pada kebutuhan dan skala sistem yang digunakan.